RADARPEKANBARUCOM - Perlu jajaran Direksi dan Komisaris baru serta menyerahkan semua kasus hukum pada aparat hukum, dengan begitu Bank Riau Kepri (BRK) akan baik.
Memang perlu waktu tapi bisa dipastikan bahwa Bank Riau Kepri (BRK) akan jauh lebih baik, saat ini tidak satupun bejabat dari BRK yang kapasitasnya cukup, hanya segerombolan manusia yang tidak punya visi bagi BRK namun punya ambisi yang luar biasa.
Saya ingin menghimbau dan terus menghimbau agar sebaiknya seluruh pengurus Bank RiauKepri (BRK) mundur, karena ada komisaris yang ngak bisa di berhentikan karena seumur Bank Riau Kepri (BRK) berdiri terus dan terus menjadi komisaris, seperti tidak memiliki malu dan ada juga komisaris yang cuma bisa jalan dan seremonial, saya yakin mereka tak mengerti Bank, jadi mau mereka buat apa dengan Bank Riau Kepri (BRK) ini.
Belum lagi ada pemimpin divisi hukum yang sarjana ekonomi , ada pemimpin divisi yang pengalaman memimpinnya tidak sama sekali memiliki sesuatu yang luar biasa, ada pemimpin divisi yang masih berstatus tersangka oleh Mabes Polri dan masuk daftar orang tercela.
Ada pemimpin divisi yang membuat kredit bermasalah di mentawai , ada pemimpin divisi yang berkali kali membuat kredit bermaslah mulai dari kredit fiktif untuk karyawan PTPN 5 di daerah rohul kemudian kredit bermasalah bagi koperasi di kampar, memberi kredit pada teman direksi berupa kolam ikan yang kemudian macet .
Tapi kumpulan orang orang bermasalah ini lah yg kemudian menjadi pejabat di Bank RiauKepri (BRK). Saya mau mengatakan pejabat brk itu berkarir bukan krn kinerja tapi lebih pada KKN . Jadi pantas BRK tidak tumbuh dan cenderung rubuh, menara yang di banggakan hanya di bersihkan setahun sekali itupun pagarnya , fisik fasad gedungnya dekil.
Divisi perencanaan BRK tidak memiliki konsep dalam mengembangkan BRK. Divisi perencanaan mempunyai peran central dalm membawa BRK ke depan, yang terjadi 5 tahun terakhir ini malah sepertinya divisi perencanaan mandul dan sibuk dengan KPI kinerja karyawan tapi tidak memiliki konsep strategic . Pertumbuhan kinerja yang sangat tidak fisible ini membuktikan keraguan saya terbukti. Bank harusnya bertumbuh yang terjadi BRK jalan ditempat.
Tapi kalau saya dengar pemimpin divisinya bicara sepertinya yang bersangkutan lebih pintar dan buat saya terkesima karena dia pandai sekali membuat kesimpulan kesimpulan dari kesimpulan yang di buat orang. Bahkan saya berpikir yang bersangkutan bagusnya bekerja di perusahaan pelayaran biar selalu buat simpul.
Kita perlu lah orang orang yang mungkin sedikit radikal dan berkomitmen membangun BRK ke depan. Saya ngak mengerti cara BRK membuat rencana kerja tahunan saat ini. Krn dulu saya pernah dengar rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) merupakan turunan rencana bisnis bank (RBB) inilah yang menjadi kompas bagi BRK dalam mencapai target jangka panjang.
Sudah lebih 3 tahun berkuasanya direksi BRK harusnya tren pertumbuhan yang baik telah terlihat namun apa yang terjadi dengan BRK dimana dalam laporan keuangan publikasinya dapat dibaca bahwa kinerja yang tumbuh hanya pada deposito , kalau yang lain ada yang jalan ditempat malah ada yang terjun bebas.
Kembali kita pertanyakan peran perencanaan
Bank RiauKepri (BRK) ?
Mungkin dalam penyampaian laporan perencanaan ikut berusaha mengkaburkan data dan fakta . Kita lihat pada komponen dana pihak ke 3 kita tidak lagi mengetahui berapa dana Pemprov, berapa dana Pemda Kabupaten /Kota berapa dana perorangan. Berapa dana perusahaan/BUMD /BUMN sehingga jika itu terlihat maka kita akan bisa menilai kinerja manajemen.
Yang herannya BRK buat tapel dan iklan serta kegiatannya lumayan banyak tapi jumlah nominal yang terhimpun kecil, ini program Bank Indonesia yang tidak berdampak pada penghimpunan dana BRK dalam jumlah besar. Sepertinya setiap kali kegiatan dilakukan untuk tapel ini Dirut merapat ke BI atau OJK .
Mungkin patut diduga ini gaya pendekatan gina mengamankan diri dari teguran Bank Indonesia walau saya pernah dengar Dirut BRK pernah ditegur agar fokus kerja dan disuruh pilih mau jadi dirut atau pengajar karena OJK/BI melihat ketidak fokusannya dirut dalam mengurus Bank, peran perencanaan dan fungsi perencanaan untuk membuat dan menjalankan target sesuai rkat tidak berjalan sebagai mana mestinya. Pindiv takut kehilangan jabatan jika ingatkan Dirut , karena Dirut paling tidak suka jika diingatkan karena Dirut merasa pintar.
Penulis Adalah Suhardiman Ambi, Jabatan Sekretaris Komisi III DPRD Riau